Langen Carita Jaka Tingkir Opera Edukasi Anak

Authors

  • R.M. Pramutomo Institut Seni Indonesia Surakarta, Indonesia
  • Slamet MD Slamet MD Institut Seni Indonesia Surakarta Jalan Ki Hadjar Dewantara No. 19, Jebres, Kentingan, Surakarta 57126
  • Tubagus Mulyadi Institut Seni Indonesia Surakarta Jalan Ki Hadjar Dewantara No. 19, Jebres, Kentingan, Surakarta 57126

DOI:

https://doi.org/10.26742/panggung.v28i3.506

Abstract

ABSTRACT


This article discusses the Java opera called Langen Carita from early 19th century which was used as educational media for the Javanese native. A figure of Hadi Sukatno was firstly trusted by Ki Hadjar Dewantara, a founder of Taman Siswa School, to use a Langen Carita. Specifically, this article deliberates Jaka Tingkir as Langen Carita in its current performance. This article based on qualitative reserach combined with the historical arts method. It uses a heuristic method to validate data and to critisize the sources. The main approach of this article is ethnochoreology according to the materials used in a dance drama as a branch of performing arts studies. Ethnochoreological perspectives are needed to find the basic creation of an opera dance drama in which dance is viewed as a cultural product.

Keywords: langen carita, opera, values of education, history.


ABSTRAK


Artikel ini mendiskusikan sebuah fenomena opera Jawa yang sejak awal dirancang untuk media pembelajaran bagi para warga pribumi. Sosok Ki Hadi Sukatno yang pertama kali dipercaya oleh Ki Hadjar Dewantara untuk menggunakan media Langen Carita. Secara khusus, artikel ini membahas Langen Carita Joko Tingkir di masa kini. Kajian artikel ini bersifat kualitatif, dengan menggunakan metode sejarah seni. Sebagaimana dalam metode sejarah, maka di dalam sejarah seni sifat data kualitatif itu dicermati melalui kritik sumber. Langkah kritis ini lazim disebut sebagai langkah heuristik pada metode sejarah. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan sebuah objektivitas pada kajian. Selain itu, pendekatan utama dalam pengkajian ini adalah pendekatan etnokoreologi. Pendekatan ini lazim dilakukan dalam spesifikasi metode sejarah seni yang agak berbeda dengan metode sejarah. Pendekatan etnokoreologi adalah pendekatan dengan menempatkan kedudukan tari sebagai objek multidimensional. Dikarenakan objek tari adalah multidemensi, maka diperlukan pengkajian setiap sisi dimensi yang ada pada objeknya. Etnokoreologi secara metodologis cocok untuk melihat Langen Carita sebagai genre dramatari yang merupakan sebuah produk budaya.

Kata Kunci: langen carita, opera, nilai edukasi, sejarah

References

NN. Arsip Nomor 109 Koleksi Kantor Arsip dan Dokumen K.R.T. Wiraguna, tahun 1915.

NN. Langendriya Babon Mangkubumen 1871, Koleksi KRT. Pujaningrat

NN. (2004). Sarasilah Paguyuban Kadangkadeyan Mangkubumen. (Koleksi Kantor Arsip dan Dokumen KRT. Wiroguno, Yogyakarta)

Morris, D. (1977). Manwatching: A Field Guide to Human Behaviors. New York: Harry N’ Abrahms.

Paul, J. D. (1987). Teori Sosiologi Klasik dan Moderen. Jakarta: P.T. Gramedia.

Pramutomo, R.M. dkk. (2014). Langendriya: Dramatari Opera Gaya Yogyakarta. Yogyakarta: Dinas Kebudayaan DIY.

Rusliana, I. (2011). Kreativitas dan Penyajian Tari Sunda. Panggung, 21 (04): 151-165.

Sommerset-Ward, R. (1998). The Story of Opera. New York and London: Henry Abrahms.

Suharto, B. dkk. (1999). Langen Mandra Wanara: Sebuah Opera Jawa. Yogyakarta: Yayasan Untuk Indonesia.

Sularto, B. (1981). K.G.P.A. Mangkubumi: Hasil Karya dan Pengabdiannya. Yogyakarta: Departmen Pendidikan dan Kebudayaan DIY.

Supadma. (2011). Langendriya dan Serat Damarwulan: Sebuah Kajian Intertekstualitas. Mudra, 26 (01), 25-35.

Wiradiredja. M. Y. (2012). Peranan RAA. Wiranatakusumah V Dalam Penyebaran Tembang Sunda Cianjuran, Panggung, 22 (03), 283-292.

Downloads

Published

2018-09-01

How to Cite

Pramutomo, R., Slamet MD, S. M., & Mulyadi, T. (2018). Langen Carita Jaka Tingkir Opera Edukasi Anak. Panggung, 28(3). https://doi.org/10.26742/panggung.v28i3.506

Citation Check